Sabtu, 19 April 2014  
Ekeubis / Pertemuan Bipatrit Apindo-Serikat Buruh Temui Jalan Buntu
Terkait UMP Sektor Migas,
Pertemuan Bipatrit Apindo-Serikat Buruh Temui Jalan Buntu

Ekeubis - Editor: MARDISNA - Rabu, 13/03/2013 - 23:30:03 WIB

BERITA RIAU (PEKANBARU), situsriau.com- Harapan ribuan buruh sektor Migas akan adanya kenaikan Upah Minimum Sektor Provinsi (UMSP) tahun 2013, tampaknya belum terkabulkan. Pasalnya, pertemuan Bipatrit yang melakukan pembahasan lanjutan tak kunjung menemukan kesepakatan bersama.

Pantauan kontributor situsriau.com di Hotel Pangeran, Rabu (13/3/2013) dalam pertemuan atau rapat lanjutan antara Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Serikat Pekerja (SP)/Serikat Buruh (SB), masing-masingnya tetap bersikukuh dengan UMSP yang diinginkan. Sehingga rapat berjalan alot, dikarena beradu argumen.

Pimpinan Rapat dari APINDO Riau Damos Tamba, yang membuka rapat dihadiri oleh enam organisasi perwakilan buruh/pekerja diantaranya SBSI, SBCI, SPTI, SPSI, Sarbumusi, SB Solidaritas Indonesia. Ia mengatakan, untuk menindaklanjuti hal pertemuan sebelumnya, Jumat (22/2/2013) belum putus. APINDO kembali undang SP/SB.

Namun demikian disaat pertemuan dihelat, Ketua APINDO Riau melalui Sekretaris Ferry Akri mengatakan, sesuai pertemuan sebelumnya itu, APINDO dalam kenaikan UMSP Migas 2013 ini hanya bisa 8 persen atau naik sebesar Rp122.400. "Seperti diketahui, UMSP Migas 2013 itu kami usul naik jadi Rp1.652.400," terangnya.

Ferry mengatakan, tahun 2012 lalu UMSP Migas Riau inikan sebesar Rp1.530.000. Namun demikian sambungnya, memang tidak sesuai dengan yang diharapkanya SP/SB
sebagai perwakilan tenaga kerja dibidang ini sebesar Rp2.500.000. Maka, untuk hal ini kiranya dapat dipahami agar usulan dari APINDO Riau dapat diterima.

"Ini sesuai dengan kemampuan perusahaan yang bergerak disektor Migas. Selain itu tidak bisa memprediksi adanya kenaikan. Dikarenakan, sebelumnya itu sudah ada semacam kontrak (MoU,red) antara pemberi kerja dengan perusahaan bergerak disektor Migas. Makanya usulan kenaikan hendaknya dapat diterima," katanya.

Mendengar keinginan yang diajukan APINDO Riau ini, Agen Simbolon dari Serikat Buruh Riau Indonesia (SBRI) mengatakan, keinginan APINDO itu sangatlah tidak dapat diterima. Karena sebutnya, melihat kenaikan itu hanya sebesar 8 persen yang artinya untuk UMSP Migas ini hanya disesuaikan pekerja status lajang.

"Tidak dapat diterima itu. Karena kami melihat usulan kenaikan UMSP Migas itu hanya disesuaikan dengan pekerja yang berstatus lajang. Mestinya kenaikan itu tidak sebesar 8 persen. Karenanya, kami tidak dapat menerima. Sebab disinikan kami usulkan UMSP Migas Riau 2013 menjadi sebesar Rp2.000.000," ungkapnya.

Protes senada disampaikanya Adermi dari Serikat Buruh Cahaya Indonesia (SBCI)
Riau. Katanya, dalam hal ini terkesan APINDO kurang memperhatikan nasib buruh atau pekerja. Karena, usulan kenaikan UMSP Migas Riau 2013 jadi Rp1.652.400. Harusnya, sambung Adermi, pihak APINDO Riau lebih menaikan dari diusulkan.

Sehingga demikian banyak protes yang dilakukan itu, mengakibatkan pembahasan tentang kesepakatan UMSP Migas secara Bipartit ini kembali memutuskan. Karena itu, pertemuan lanjutan ketiga akan dihelat dalam pekan mendatang. "Tampaknya ini belum sepakat UMSP 2013," ungkap Pimpinan Rapat, Damos Tamba menutup.(dri)

(711) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
Redaksi | Email
Copyright 2012 CV. UKA MANDIRI, All Rights Reserved