Selasa, 12/11/2019  
SITUS RIAU / KESEHATAN

Viral Masak Mi Instan dengan Bungkusnya, Ini Bahaya Plastik Dipanaskan
JAKARTA, situsriau.com - Sempat viral di media sosial, sebuah video yang menunjukkan seorang penjual bakso tampak merebus dua mi instan bersama bungkusnya. Sebagian netizen merasa khawatir tentang risiko kanker dari bungkus plastik dan mempertanyakan apakah tindakan tersebut baik untuk kesehatan.Menurut ahli kimia dari Lembaga Ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI), Andreas mengatakan mi instan yang dimasak sekaligus dengan plastiknya akan membuat bahan kimia di dalamnya juga ikut larut."Dalam bungkus itu kan bahan materialnya ada plastik, kedua warna tinta packaging. Plastik kalau dimasukkan...[selengkapnya]





Kanker Usus Besar Intai Milenial, Gaya Hidup yang Begini Jadi Pemicunya
JAKARTA, situsriau.com - Baru-baru ini penelitian menunjukkan, generasi milenial banyak yang terkena kanker usus besar. Menurut data yang ada di Rumah Sakit Umum Nasional Dr Cipto Mangunkusumo, di tahun 2018, usia termuda yang mengalami kanker usus besar ternyata ada di usia 24 tahun. Dalam disertasinya, Dr dr Wifanto Saditya Jeo, SpB(K)BD, menjelaskan peningkatan angka kanker usus besar pada kelompok usia muda terjadi karena sel tumor berkembang lebih cepat ke stadium lanjut di usia muda. Namun menurutnya, sampai saat ini perlu penelitian lebih lanjut untuk dapat menjelaskan...[selengkapnya]





Wujudkan Tubuh Ideal Tak Mesti Batasi Asupan, Justru Bagus Konsumsi...
Situsriau.com - Mengurangi asupan kalori bukan satu-satunya cara untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal. Sebab otot yang sehat dan kuat juga diperlukan demi menopang tubuh. Untuk itu, jangan malas mengonsumsi makanan bernutrisi yang menyehatkan otot seperti yang dilansir dari Yahoo Shine berikut ini.Vitamin CMakanan yang mengandung vitamin C baik dikonsumsi untuk melancarkan peredaran darah. Sehingga otot pun menerima asupan oksigen cukup dan mampu berkembang dengan kuat. Vitamin C juga merupakan penghasil kolagen, materi yang ada di dalam tubuh yang fungsinya membentuk tulang dan otot.Minyak...[selengkapnya]





Tahun Ini, Diskes Riau Masih Berupaya Tekan Angka DBD
PEKANBARU, situsriau.com - Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan berupaya untuk menekan angka kasus Demam Berdarah (DBD). Hal ini menjadi perhatian, karena kasus DBD pada tahun 2019 masih tergolong tinggi.  Untuk mendukung hal tersebut perlu peran aktif dan sinergitas masyarakat. Seperti dengan menerapkan gerakan hidup sehat serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir menilai, hal itu memang menjadi perhatian ekstra.“Berbagai upaya tentunya terus dilakukan. Untuk itu kami mengharapkan pada tahun ini terjadi...[selengkapnya]





Data Diskes hingga Desember 2019: Angka Stunting di Riau Capai 10.9 Persen
PEKANBARU, situsriau.com - Menurut data per 31 Desember 2019 yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, jumlah anak kerdil (stunting) atau kondisi gagal tumbuh pada anak berusia dibawah lima tahun mencapai 10.9 persen.Itu dibeberkan Mimi saat ditanya wartawan Media Center Riau di ruangannya, di Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Kamis (9/1/20).Ia memaparkan, dari data tahun 2018 tercatat jumlah balita sebanyak 627.78 orang. Sehingga di tahun 2019 sudah berubah menjadi 601.000 jiwa."Menurun karena anak yang berusia 5 tahun di tahun 2018 sudah tidak dikatakan...[selengkapnya]





Selama 2019, DBD Jangkiti 3.375 Warga Riau
PEKANBARU, situsriau.com - Data Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat sebanyak 3.375 orang telah terjangkit demam berdarah dengue (DBD) selama tahun 2019. Angka itu naik tajam dibandingkan tahun 2018 yang hanya 925 kasus."Tercatat 50,7 angka kesakitan (IR) per 100 ribu penduduk pada tahun 2019," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir di Pekanbaru, Kamis (9/1/20).Mimi Yuliani Nazir menjelaskan dari 3.375 kasus DBD tersebut sebanyak 27 nyawa tidak dapat diselamatkan alias meninggal dunia.Menurut dia, naiknya kasus DBD di Riau antara lain akibat kondisi cuaca musim...[selengkapnya]





5 Penderita DBD di Pekanbaru Meninggal Dunia
PEKANBARU, situsriau.com - Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru pada tahun lalu mencapai 422 kasus. Lima di antaranya meninggal dunia.Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru Muhammad Amin mengatakan, penderita DBD yang meninggal dunia tersebut diduga akibat terlambat mendapatkan penanganan medis. "Untuk yang mendapat penanganan medis dengan cepat, alhamdulillah semuanya sudah sembuh," kata Amin, Selasa (7/1/20).Awal tahun 2020 ini, Diskes Pekanbaru mencatat ada lima kasus DBD. Sesuai penjelasan Walikota, kata Amin, faktor lingkungan memberikan kontribusi besar...[selengkapnya]





Kenali Leptospirosis, Penyakit Mematikan pada Musim Hujan
Situsriau.com - Tingginya curah hujan serta banjir yang dialami sejumlah daerah di Indonesia membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaannya. Masyarakat diimbau untuk mewaspadai penyakit yang disebabkan oleh kencing tikus atau hewan lain yakni leptospirosis akibat bakteri Leptospira.Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Primal Sudjana, menjelaskan bahwa saat musim hujan banyak genangan air ataupun banjir yang menjadi medium penularan penyakit leptospirosis. Bakteri Leptospira masuk ke dalam tubuh melalui luka di kulit, kulit yang tidak utuh atau selaput mulut...[selengkapnya]





Doyan Durian? Banyak Manfaatnya Loh Bagi Tubuh!
Situsriau.com - Buah yang identik dengan duri dan aroma yang khas ini, ternyata tidak hanya enak untuk disantap. Durian mengandung ragam vitamin dan mineral, karbohidrat, lemak, serta protein. Kandungan pada buah ini menyuguhkan manfaat yang baik untuk kesehatan.Buah durian tak banyak diketahui ternyata mengandung antioksidan yang cukup tinggi. Tidak hanya itu, dalam 100 gram buah ini mengandung sekitar 27 gram karbohidrat, 4 gram serat, 1,5 gram protein, 5 gram lemak, vitamin A sebanyak 44 IU, vitamin C sekitar 20 mg, magnesium 30 mg, fosfor 39 mg, dan mineral lainnya. Kandungan inilah yang dipercaya...[selengkapnya]





Tak Perlu Enggan Konsumsi Nanas Saat Haid Walau Bikin Aliran Darah Makin Deras
Situsriaucom - Buah nanas adalah salah satu buah yang menimbulkan sejumlah mitos di masyarakat, misalnya makan nanas saat hamil katanya bikin keguguran. Padahal mitos ini sudah dibuktikan salah. Selain itu, kebanyanyak wanita juga enggan makan nanas karena katanya tidak baik dikonsumsi saat sedang datang bulan. Lantas, apakah makan nanas saat haid juga termasuk mitos, atau justru fakta? Berikut penjelasannya.Kenali kandungan dan manfaat buah nanasBuah nanas adalah salah satu buah tropis yang kaya vitamin, enzim, dan antioksidan. Walaupun rasanya manis, buah nanas ini justru rendah kalori. Sama seperti...[selengkapnya]





Index Berita
 
 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved