Senin, 18/11/2019  
SITUS RIAU / KESEHATAN

Liquid Vape Berbahan Herbal Tetap Bahaya, Bisa Picu Penyakit Paru Kronis
JAKARTA, situsriau.com - Rokok elektronik saat ini memang menjadi tren tersendiri di kalangan masyarakat Indonesia. Tidak hanya menyajikan berbagai varian rasa yang ditawarkan, melainkan juga menghadirkan rokok elektronik berbasis herbal.Namun apakah pengguna rokok elektronik yang menggunakan cairan herbal dapat terhindar dari Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)."Jadi kalau di dalam rokok elektronik itu komponennya adalah berupa cairan yang dipanaskan. Komponen ini berbahaya dilihat dari kandungannya, kalau yang tidak herbal kandungannya adalah satu nikotin, yang kedua adalah bahan toksik...[selengkapnya]





Kematian Bayi Lahir Tinggi, Bupati Mursini Ingatkan Kinerja Bidan
TELUK KUANTAN, situsriau.com-Sepanjang 2019 ini, kematian bayi baru lahir di Kabupaten Kuantan Singingi terbukukan 63 kasus. Oleh karena itu, Kuansing menganggap penting optimalisasi fungsi bidan dalam pelayanan kesehatan ibu hamil dan bayi.Hal itu dikatakan Bupati Kuansing Drs H Mursini saat meresmikan Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Gunung Toar, Senin (2/12/2019)."Makanya Pemkab terus berupaya membangun prasarana serta berusaha memenuhi kebutuhan tenaga maksimal dalam memberikan pelayanan kesehatan," kata Mursini dalam sambutannya.Ia menerangkan bahwa menurut data Dinas Kesehatan...[selengkapnya]





Riau Urutan ke-11 Nasional Kasus HIV AIDS
PEKANBARU, situsriau.com - Kasus HIV AIDS di Riau masih cukup tinggi. Secara nasional HIV AIDS di Riau berada di posisi ke 11 dari 34 provinsi di Indonesia dengan 2.607 kasus hingga September 2019.Melihat tingginya kasus HIV AIDS di Riau, Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution meminta semua pihak untuk peduli dan bisa bersama-sama untuk mencegahnya. Sebab persoalan HIV AIDS di Riau tidak akan bisa dikurangi kasusnya jika hanya mengandalkan dinas kesehatan atau rumah sakit saja. Semua pihak harus ikut berpartisipasi aktif untuk mencegah terjadinya penularan penyakit ini. "Semua stake holder harus...[selengkapnya]





Jangan Abai, Kenali Gejala Campak, Obat, dan Pencegahannya
JAKARTA, situsriau.com - Penyakit campak adalah penyakit munculnya ruam di seluruh tubuh. Penyakit ini menular, lalu bagaimana gejalanya?Penyakit ini disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui kontak langsung atau lewat udara. Penyakit ini juga paling sering terjadi pada anak-anak dan dapat menyerang bayi usia 7-12 bulan.Berikut gejala campak:Gejala campak yakni mata merah, radang tenggorokan, batuk kering, badan terasa lemas dan letih, serta demam tinggi. Gejala lainnya yakni selera makan hilang, diare atau muntah-muntah.Gejala selanjutnya yakni muncul bintik-bintik putih keabuan di mulut dan...[selengkapnya]





Ngeri, Ternyata Cacing Pita Tak hanya Ada di Daging Babi
JAKARTA, situsriau.com - Cacing pita atau taenia merupakan salah satu cacing parasit berbahaya yang bisa menimbulkan penyakit. Cacing pita yang menginfeksi tubuh akan bisa menimbulkan komplikasi karena dapat hidup di dalam tubuh manusia selama 30 tahun lebih.Kebanyakan orang menganggap cacing pita hanya ada di daging babi saja. Benarkah demikian?Penyakit taeniasis atau infeksi usus yang disebabkan oleh cacing pita berasal dari spesies Taenia solium atau cacing pita babi dan Taenia saginata atau cacing pita sapi.Mengutip WHO, manusia bisa terinfeksi oleh T Saginata atau T solium ketika mereka...[selengkapnya]





Menanam Hidroponik Organik Tak hanya Sehat Tapi Juga Bernilai Ekonomis
PEKANBARU​, situsriau.com - Tanaman hidroponik yang menghasilkan sayur mayur sangat bermanfaat untuk kesehatan. Kelebihan lain dari sayuran hidroponik organik adalah non pestisida sehingga sangat aman dan sehat untuk dikonsumsi, selain itu tanaman hidroponik dapat bernilai ekonomis, karena makin hari kesadaran masyarakat akan peduli kesehatan semakin tinggi.Demikian apa yang dikatakan oleh Ketua Pia Ardhya Garini Ranting 01-12/D.I Skadud 12 Cabang Lanud Roesmin Nurjadin, Vina Fardinal pada acara panen bersama di kebun hidroponik  dengan nama produk "Pink Panther Organic", di Kantor...[selengkapnya]





Pekanbaru Jadi Daerah Paling Banyak Penderita HIV /AIDS di Riau
PEKANBARU, situsriau.com - Wakil Gubernur Riau (Wagubri) menyatakan kasus HIV/AIDS  paling tinggi terdapat di Pekanbaru dengan 1.676 kasus. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau komitmen menanggulangi penyakit mematikan itu.Hal itu diungkapkan Edy Natar Nasution yang juga Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Riau saat menghadiri pertemuan koordinasi dengan KPA, Senin (18/11/19) di hotel Grand Tjokro Pekanbaru. Dia menyambut baik dan mendukung sepenuhnya upaya pencegahan dan penanggulangan HIV dan Aids di Provinsi Riau."Pemberian Informasi secara terus menerus kepada...[selengkapnya]





Diskes Pekanbaru akan Bentuk Tim Atasi DBD
PEKANBARU, situsriau.com - Sejak Januari hingga November ini, sudah ada lima warga Pekanbaru menjadi korban Demam Berdarah Dengue (DBD). Lima warga itu meninggal dunia lantaran terlambat penanganan.Menanggapi itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, M Amin, mengatakan, sudah memerintahkan jajaran Diskes agar membentuk tim baru.Tim ini, kata dia, akan berupaya menekan angka DBD di Ibukota Provinsi Riau. Tim ini, tambahnya, akan berkoordinasi dengan instansi lain.Instansi yang Ia maksud, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan...[selengkapnya]





Tekan DBD, Diskes Pekanbaru Optimalkan Peran Jumantik dan Puskesmas
PEKANBARU, situsriau.com - Dalam menekan penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD), Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mengoptimalkan peran kader juru pemantau jentik (Jumantik) dan Puskesmas.Ini dikatakan Plt Kepala Diskes Kota Pekanbaru, Muhammad Amin."Kita targetkan satu rumah satu kader jumantik. Kemudian untuk upaya kita saat ini, kita tetap mengoptimalkan peran puskesmas dan juga promkes dan konseling untuk turun ke masyarakat," ungkap Muhammad Amin, Selasa (5/11/19) pagi.Lanjut Muhammad Amin, dirinya sudah menginstruksikan jajarannya rutin turun ketengah...[selengkapnya]





Keren, PNS Temukan Glaucoma Implant Pencegah Kebutaan, Harga Biasa Rp10 Juta Jadi Rp1,8 Juta
JAKARTA, situsriau.com - Seorang dokter dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) terpilih menjadi kandidat PNS inspiratif berkat perjuangannya melindungi pasien glaucoma dari kebutaan. Berkat penemuan Virna ini, harga implant mata pun bisa sembilan kali lebih murah.Virna Dwi Oktariana membuat temuan bernama Virna Glaucoma Implant yang bisa menurunkan tekanan bola mata pasien glaucoma agar menghambat kebutaan. Harga implant miliknya hanya Rp 1,8 juta, sementara produk impor bisa menyentuh Rp 10 juta."Glaucoma implant ketersediaannya sangat sulit di Indonesia. Glaucoma itu angka kebutaan...[selengkapnya]





Index Berita
 
 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved