Sabtu, 06 Maret 2021  
Hukrim / Lompat dari Lantai 2 Rumah Majikan, PRT Ini Kais Tong Sampah Pizza Hut
Lompat dari Lantai 2 Rumah Majikan, PRT Ini Kais Tong Sampah Pizza Hut

Hukrim - - Kamis, 18/02/2021 - 13:21:38 WIB

PROBOLINGGO, situsriau.com- Miris! Kisah pilu kehidupan seorang pembantu rumah tangga (PRT) di Kota Probolinggo, Pariyem (44) menjadi viral setelah nekat melompat dari lantai 2 rumah majikan karena lapar.

PRT di kediaman Menuk (56) dan Usman (60) yang terletak di Jalan Ir Juanda, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo ini kembali dipergoki warga Selasa (16/2/2021) melompati pagar untuk mencari sisa makanan dari tong sampahdi depan toko Pizza Hut. 

"Sering mencari makan dan dimasak lagi untuk dimakan bersama anaknya, karena lapar dan jarang memasak di tempat kerjanya. Terpaksa cari sisa makanan di depan Pizza Hut Delivery, di Jalan Soekarno Hatta, Kota Probolinggo," ujar Pariyem, Kamis (18/2/2021).

Pariyem bekerja di rumah itu sejak 2014 akhir. Ia mengaku sering mendapatkan perlakuan tidak baik dari majikan perempuannya, Menuk. Menurutnya, kalau Usman dan anak-anaknya baik dan sering membawakan makanan.

"Kerja di sana sudah 5 tahun 2 bulan, digaji Rp 300 ribu per bulan. Dan sering marah majikan kalau ada pekerjaan yang tidak cocok dengan kemauan majikan perempuan. Hanya majikan perempuan saja yang kurang baik ke saya, kalau anak dan suaminya baik," jelas Pariyem.

Menurutnya, keluarga majikan jarang memasak dan lebih sering membeli makanan siap saji. Kemudian kalau majikan keluar kota, pintu kerap dikunci. Sehingga Pariyem kesulitan untuk keluar dari rumah itu. Lalu saat rasa lapar melanda, ia nekat melompat dari lantai 2 rumah mewah itu.

"Dan jalan menuju ruko Pizza Hut sekitar 100 meter dari tempat kerja, dan mencari makanan sisa yang masih layak di makan. Mayoritas roti dan pizza yang sering diambil dan dimasak lagi untuk dimakan bersama anaknya," cerita Pariyem.

Sebelumnya, Ketua RT 04 RW 01, Titik W mengaku tidak terima dengan upaya damai yang dilakukan pihak majikan. Ia merasa kasihan kepada Pariyem dan anaknya, yang diduga telah menjadi korban penganiayaan dan penyekapan. Bahkan pihaknya mengajak Pariyem melapor ke polisi. Kasus ini, masih dalam penanganan di Unit PPA (Perlindungan Perempuan Dan Anak) Satreskrim Polres Probolinggo Kota. (sr3,in)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved