Kamis, 04 Maret 2021  
Hukrim / Polisi Gerebek "Pabrik Bayi" di Nigeria, 10 Korban Diselamatkan
Polisi Gerebek "Pabrik Bayi" di Nigeria, 10 Korban Diselamatkan

Hukrim - - Kamis, 03/12/2020 - 15:05:24 WIB

NIGERIA, situsriau.com – “Pabrik bayi” di Nigeria tempat para pria dipekerjakan untuk menghamili wanita sebelum bayinya dijual, digerebek polisi pada Selasa (1/12/20).

Polisi berhasil menyelamatkan sepuluh korban, yakni empat anak dan enam wanita dari rumah bersalin ilegal. Empat wanita diantaranya sedang dalam kondisi hamil.

Juru bicara kepolisian Abimbola Oyeyemi mengatakan operasi itu dilakukan di sebuah “pabrik bayi” di negara bagian Ogun barat daya. Operasi ini dilakukan berkat petunjuk dari beberapa wanita yang terlibat karena perdagangan manusia dan sudah diadili.

“Bertindak sebagai petunjuk, orang-orang kami menyerbu rumah bersalin ilegal dan menyelamatkan 10 orang, termasuk empat anak dan enam wanita, empat di antaranya sedang hamil,” terang Abimbola, dikutip Daily Mail.

Dia mengatakan para wanita itu memberi tahu polisi jika pemiliknya mempekerjakan pria untuk menghamili mereka dan kemudian menjual bayi yang baru lahir untuk mendapatkan keuntungan.

“Pabrik” ini biasanya merupakan fasilitas ilegal kecil yang berubah menjadi klinik medis swasta yang menampung wanita hamil dan menawarkan bayi mereka untuk dijual.

Dalam beberapa kasus, perempuan muda ditahan dan diperkosa sebelum bayi mereka dijual di pasar gelap

Oyeyemi mengatakan dua tersangka, seorang pria cacat fisik dan putri pemilik klinik, ditangkap dalam penggerebekan tersebut.

“Operator pusat tersebut sedang dalam pelarian tetapi kami sedang meningkatkan upaya untuk menangkapnya dan membawanya ke pengadilan,” katanya.

Dia menambahkan operator sebelumnya telah ditangkap karena pelanggaran yang sama.

“Dia telah diadili karena perdagangan manusia setelah penangkapannya awal tahun ini, tetapi dia mendapat jaminan saat kembali ke bisnisnya yang biasa,” terangnya.

Penggerebekan polisi terhadap unit bersalin ilegal relatif umum di Nigeria, terutama di selatan.

Tahun lalu, sembilan belas wanita hamil - berusia antara 15 tahun dan 28 tahun - dan empat anak diselamatkan dari pabrik bayi lain yang dicurigai di Nigeria.

Saat itu, para penyelidik mengatakan anak-anak akan diperdagangkan dan dijual seharga 1.000 poundsterling (Rp19 juta) untuk anak laki-laki dan 700 poundsterling Rp13 juta) untuk anak perempuan.

Mayoritas perempuan ditipu untuk meninggalkan desa asal mereka dengan janji pekerjaan rumah tangga di Lagos. Namun ternyata mereka dipaksa hamil. Adapun beberapa perempuan yang bergabung dengan sindikat secara sukarela awalnya percaya mereka akan dibayar. Namun kenyataannya mereka tidak pernah dibayar.(sr5, oz)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved