Rabu, 27 Januari 2021  
Hukrim / Sempat Viral Video Pernikahan Sejenis, Ternyata Ini Pengakuan Kedua Pelaku
Sempat Viral Video Pernikahan Sejenis, Ternyata Ini Pengakuan Kedua Pelaku

Hukrim - - Jumat, 25/09/2020 - 17:15:26 WIB

ROHIL, situsriau.com - Video dengan narasi pernikahan sejenis yang diupload di media sosial sempat gemparkan masyarakat Bagansiapiapi, Rokan Hilir (Rohil) beberapa waktu lalu.

Polres Rohil melalui Polsek Bangko secara cepat melakukan tindakan dengan melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari para pelaku dan para saksi-saksi dalam video yang viral tersebut.

Untuk menyelesaikan permasalahan itu, Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto secara langsung melakukan press release dan klarifikasi dengan menghadirkan kedua pelaku yang didampingi beberapa saksi dan dihadi ketua MUI Rohil Ucok Indra dan ketua LAM Rohil Rasyid Abizar, Jumat (25/9/20) di Mapolsek Bangko.

Kapolres menyampaikan, seperti dinukil wawasanRiau, persoalan ini harus disikapi dengan dewasa dan dengan kepala dingin sehingga tidak menimbulkan suasana yang tidak kondusif.

Kapolres berpesan kedepan kedua pelaku agar lebih dewasa dan tidak sembarangan dalam membuat konten sehingga dapat menyusahkan diri sendiri.

"Apalagi poto-poto yang banyak menimbulkan persepsi apalagi menurut agama, adat maupun moral, karena akan ada sanksi sosial dan lebih fatal lagi jika memenuhi unsur pidana,"sebutnya.

Fn, yang merupakan warga Pekanbaru selaku pemeran dalam video itu mengatakan, video tersebut dibuat pada tanggal 16 September 2020 yang lalu untuk konten Instagram dan tiktok dan dibuat di salah satu hotel di Bagansiapiapi dengan tujuan untuk menaikkan follower.

Dia mengaku datang ke Bagansiapiapi atas undangan An, yang telah Ia kenal sejak 6 bulan yang lalu untuk memperkenalkan wisata di Bagansiapiapi.

"Pas hari itu video yang lagi viral-viral nya adalah unduh mantu, sehingga saya ajak An buat hunting di Batu Enam, namun karena ada halangan sehingga kita buat di ruangan,"katanya.

Ia menjelaskan, pakaian melayu yang mereka gunakan disewa di salah satu sanggar dengan menggunakan uang berdua.

"Habis buat konten dan diedit di tiktok kemudian kami hapus namun kami tidak tau itu sudah beredar di Facebook dan kamipun tidak kenal dengan yang memviralkan di Facebook,"paparnya.

Katanya, apa yang diviralkan di media sosial Facebook yang ditambah dengan narasi itu katanya, tidak lah benar. Mereka berdua murni hanya ingin menaikkan follower.

An, warga Bagansiapiapi yang juga pemeran dalam video itu menambahkan, bahwa tidak ada pernikahan sejenis seperti yang diviralkan.

"Kami mengucapkan terimakasih kepada Kepolisian yang telah mengatasi permasalah ini, kami minta maaf atas apa yang terjadi di Bagansiapiapi sehingga meresahkan masyarakat,"pungkasnya.

Sementara itu, penyidik Polsek Bangko yang menangani perkara itu menjelaskan, setelah adanya laporan atas video yang viral itu, pihaknya mengambil langkah cepat  melakukan penyelidikan terhadap adanya konten tersebut.

"Kami langsung melakukan klarifikasi terhadap pihak terkait, pada kesempatan itu baru An yang bisa diminta Klarifikasi karena firman berada di Pekanbaru, kita juga sudah introgasi 7 saksi termasuk pelaku,"paparnya.

Dari hasil pemeriksaan terangnya, ada beberapa keterangan bahwa pernikahan sesama jenis tidak ada hanya saja membuat konten untuk kepentingan pribadi dan bertujuan untuk menaikkan follower.

"Keterangan kedua pelaku dan para saksi yang di interogasi juga hampir sama sehingga kesimpulan sementara masih perlu dilakukan pendalaman,"sebutnya.

Pengunggah video lanjutnya, juga telah dimintai keterangan. Dari keterangan pengunggah tersebut mengaku tidak terima dengan konten yang menurut penilaian nya telah terjadi pernikahan sejenis apalagi menggunakan pakaian melayu.(sr5 ,wr)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved