Selasa, 26 Januari 2021  
Ekeubis / Virus Corona Bikin Rupiah Melemah ke Level Rp14.392 per USD
Virus Corona Bikin Rupiah Melemah ke Level Rp14.392 per USD

Ekeubis - - Senin, 09/03/2020 - 18:05:17 WIB

JAKARTA, situsriau.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak melemah di perdagangan hari ini, Senin (9/3/20). Hingga sore ini, Rupiah ditutup di level Rp14.392 per USD atau melemah dibanding pembukaan tadi pagi di Rp14.255 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah juga terpantau melemah dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp14.242 per USD.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Senin, mengatakan kekhawatiran terhadap penyebaran wabah virus corona masih akan menjadi sentimen negatif untuk rupiah awal pekan ini.

Harga emas hari ini naik menembus ke atas kisaran USD 1.700 per ounce dan minyak mentah WTI tembus ke bawah area USD 30 per barel.

"Ini mengindikasikan kekhawatiran akan dampak corona yang semakin tinggi," ujarnya.

Ariston pagi tadi memprediksi Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.200 per USD hingga Rp14.400 per USD

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin menunjukkan, Rupiah melemah menjadi Rp14.342 per USD dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.267 per USD.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan rasio Giro Wajib Minimum (GWM) Valuta Asing Bank Umum Konvensional dari semula 8 persen menjadi 4 persen, yang berlaku mulai 16 Maret 2020. Hal ini dalam rangka mitigasi dampak virus corona.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, penurunan rasio GWM Valas tersebut akan meningkatkan likuiditas valas di perbankan sekitar USD 3,2 miliar. Tak hanya itu, kebijakan ini sekaligus mengurangi tekanan di pasar valas.

"Sehingga bank-bank bisa meningkatkan suplai valasnya dan stabil cost itu yang kami pastikan," kata Perry di Komplek Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (2/3).

Selain itu, BI juga menurunkan GWM Rupiah sebesar 50 basis points (bps), yang ditujukan kepada bank-bank yang melakukan kegiatan pembiayaan ekspor-impor. Dalam pelaksanaannya kebijakan ini akan berkoordinasi dengan pemerintah.

Kebijakan ini diharapkan dapat mempermudah kegiatan ekspor-impor melalui biaya yang lebih murah. "Kebijakan akan diimplementasikan mulai 1 April 2020 untuk berlaku selama 9 bulan dan sesudahnya dapat dievaluasi kembali," tutur Perry.

Kebijakan ini sangat diperlukan di tengah dampak virus corona yang merambah ke dunia usaha. Proses ekspor-impor menjadi salah satu sektor ikut terdampak. Diharapkan dengan kebijakan ini bisa membantu mempermudah ekspor-impor. Agar, perbankan bisa memberikan biaya ekspor-impor lebih murah.

"Bank bisa kasih biaya ekspor dan impor lebih murah karena mereka (pelaku usaha) mengalami dampak dari covid-19," tandasnya. (sr5, mc)




Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved