Selasa, 26 Januari 2021  
Nasional / Usia Pesawat Sriwijaya Air yang Jatuh Jadi Sorotan, Namun Begini Faktanya
Usia Pesawat Sriwijaya Air yang Jatuh Jadi Sorotan, Namun Begini Faktanya

Nasional - - Senin, 11/01/2021 - 11:17:21 WIB

JAKARTA, situsriau.com - Usia pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di wilayah Kepulauan Seribu tengah menjadi sorotan publik. Sebab, pesawat berjenis Boeing 737-500 tersebut berusia 26 tahun.

Usia yang tak lagi muda itu memunculkan spekulasi di publik karena dikaitkan sebagai penyebab kecelakaan. Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Denon Prawiraatmadja menilai, usia pesawat tak terkait dengan kelayakan terbang atau jadi penyebab kecelakaan. Dia mengatakan, kelayakan terbang sendiri diperiksa oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Nggak bisa, kalau saya bilang kita nggak bisa melihat secara prematur, kelayakan atau airworthy itu tidak ditentukan dari usia pesawat artinya kalau pesawat masih airworthy masih melakukan kegiatan operasional mereka artinya mereka layak terbang," katanya kepada detikcom, Minggu (10/1/21).

 "Airworthy itu dari rutin cek yang dilakukan maskapai yang diperiksa oleh Kementerian Perhubungan atau authority itu adalah airworthy-nya dari pesawat, jadi nggak ada hubungannya dengan usia pesawat kalau saya bilang," paparnya.

Dia menjelaskan, di Indonesia sendiri tidak ada ketentuan batas usia pesawat. Lanjutnya, kalaupun ada yang menentukan adalah manufaktur. Pada kelayakan terbang terdapat beberapa aspek yang diperiksa yakni aspek operasi dan teknis.

"Airworthy itu dari tingkat keselamatan, apakah secara teknikal semua prosedur-prosedur itu dilakukan dengan tepat dengan waktu yang benar. Dari sisi operasi aturan-aturan yang terkait dengan semua penunjang kegiatan operasional ya crew, kesehatan crew kemudian rating dan sertifikat dan sebagainya itulah menjadi airworthy dari kegiatan pesawat," paparnya.

Dia mengatakan, cukup banyak maskapai yang memakai pesawat dengan usia tersebut. Menurutnya, usia tersebut masih dalam batas usia yang produktif.

"Saya kira ada, banyak, ada beberapa, ada banyak yang pakai," ujarnya.

Senada, Pengamat Penerbangan Samudra Sukardi menilai tak ada hubungan usia pesawat dengan kecelakaan. Meski, ia mengakui semakin tua, pesawat makin membutuhkan perawatan.

"Seharusnya tidak ada, jadi kalau umur pesawat tidak menjadi alasan untuk menjadi kecelakaan. Tapi harus dicek memang makin berumur pesawat itu makin banyak dikerjakan maintenance. Tapi kalau dia sudah layak terbang mau pesawat baru, pesawat lama kalau sudah di-certified layak terbang dia layak terbang nggak bisa dibedakan umurnya," ujarnya.

Dia menuturkan, di industri penerbangan sendiri, usia pesawat sendiri berpengaruh pada teknologi dan efisiensi pesawat.

"Kalau pesawat muda itu teknologinya lebih baru, biasanya teknologi lebih baru berhubungan sistem kontrol dan fuel consumption bahan bakar lebih irit," jelasnya.

Pengamat Penerbangan Alvin Lie juga menekankan, usia pesawat tidak ada hubungannya dengan keselamatan. Menurutnya, pesawat yang usia muda pun bisa mengalami kecelakaan.
"Pesawat usai 26 tahun itu bukan masalah. Usia pesawat itu tidak ada kaitannya dengan kelaikudaraan atau safety. Pesawat yang usianya tiga bulan saja bisa mengalami kecelakaan. Pesawat yang usianya 50 tahun juga tetap layak terbang, tetap aman," katanya.

Dia menjelaskan, usia pesawat memiliki korelasi terhadap efisiensi. Dia menjelaskan, semakin muda pesawat maka semakin efisien karena terkait dengan struktur dan teknologinya. Lanjutnya, yang berkaitan dengan aspek keselamatan ialah kedisiplinan merawat pesawat.
 
"Tolong dicatat tidak ada korelasi usia pesawat dengan keselamatan, keselamatan korelasinya dengan kedisiplinan merawat pesawat," katanya.

"Kalau pesawat itu disiplin dirawat sesuai dengan manualnya, setiap siklus dilakukan perawatan kemudian dilakukan pemeriksaan sertifikasi, pesawat itu mau usia 20-30-50 tahun pun tetap memenuhi syarat. Kalau tidak memenuhi syarat tentu tidak akan disertifikasi oleh otoritas setempat. Dan kalau tidak memenuhi syarat, asuransi juga tidak meng-cover pesawat tersebut," paparnya. (sr5, in)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved