Senin, 25 Januari 2021  
Nasional / Kematian Akibat Covid-19 di RI Lebih Tinggi dari Amerika dan India
Kematian Akibat Covid-19 di RI Lebih Tinggi dari Amerika dan India

Nasional - - Kamis, 13/08/2020 - 06:26:27 WIB

JAKARTA, situsriau.com - Angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia masih di atas angka rata-rata dunia. Angka kematian di dunia hanya 3,64 persen, sedangkan Indonesia 4,5 persen. Data terakhir per 11 Agustus 2020, 5.824 dari 128.776 pasien positif di Indonesia, meninggal dunia.

Terhitung sejak kasus pertama Covid-19 ditemukan di Wuhan, lebih dari 20,5 juta orang di dunia terkonfirmasi positif Covid-19 dan lebih dari 744 ribu nyawa melayang akibat virus yang menyerang pernapasan ini.

Amerika, Brazil, India menempati urutan teratas negara dengan kasus positif Covid-19 terbanyak. Namun, angka kematian ketiga negara tersebut justru di bawah Indonesia.

Mengutip data WHO, angka kematian negara adidaya Amerika Serikat bahkan masih di bawah angka dunia, yaitu hanya 3,1 persen. Dari 5,3 juta kasus, 167.549 orang meninggal dunia.

Kemudian, 103.099 nyawa melayang di Brazil. Sedangkan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 3,1 juta. Posisi ketiga ditempati oleh India. Negara padat penduduk ini hanya melaporkan kasus kematian sebanyak 46.188. Padahal lebih dari 2,3 juta orang dinyatakan positif Covid-19 di India.

Sehingga angka kematian di India jauh lebih kecil dari Indonesia. Hanya 1,9 persen.
Berdasarkan website Badan Kesehatan Dunia (WHO), tingkat kematian setiap individu dikaitkan dengan usia dan riwayat kesehatannya.

Dalam website covid19.who.int, orang-orang yang rentan terinfeksi Covid-19 dan membutuhkan penanganan khusus adalah kelompok usia lanjut dan atau dengan penyakit bawaan seperti hipertensi, gangguan jantung, kanker, paru-paru, dan diabetes.

Sedangkan website Worldometers, menunjukkan temuan yang sama. Semakin tua usia seseorang, maka semakin tinggi pula risiko terinfeksi virus Corona.

14,8 Persen kasus kematian di dunia terjadi pada orang berusia di atas 80 tahun. Kemudian, 8 persennya menyerang usia 70-79 tahun. Pada usia 60-69 tahun risiko kematian hanya 3,6 persen, sementara usia 50-59 tahun risikonya 1,3 persen dan usia 40-49 tahun semakin bertambah kecil, menjadi 0,4 persen.

Data dalam website Worldometers tidak menunjukkan detail pasien setiap negara. Sayangnya, di Indonesia belum ada website maupun data terbuka mengenai usia maupun riwayat penyakit pada pasien Covid-19. Hal ini tentu menyulitkan untuk mengetahui mengapa angka kematian di Indonesia masih tinggi.

Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 pernah menyatakan bahwa banyak pasien positif Covid-19 berasal dari kasus asimptomatik atau Orang Tanpa Gejala (OTG), namun risiko kematian kasus asimptomatik ini terbilang rendah. Bahkan mereka tidak perlu dirawat di rumah sakit. Sehingga beban rumah sakit menjadi berkurang.

Saat dihubungi merdeka.com, Kepala Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito pun mengakui bahwa banyak ditemui pasien tanpa gejala di Indonesia. Untuk itu, pemerintah terus melakukan penanganan kasus agar pasien yang bergejala maupun tidak. Untuk pasien tanpa gejala, Wiku menyarankan untuk melakukan isolasi mandiri.

"Seperti yang sudah dikatakan kemarin, kami mendorong OTG untuk melakukan isolasi mandiri karena banyak ditemukan pasien OTG di Indonesia," ujar Wiku (12/8).

Walaupun angka kematian di Indonesia masih di atas rata-rata dunia, namun Wiku optimis bila angka kematian di Indonesia bisa terus ditekan. Untuk itu, ia akan lebih fokus pada pasien bergejala, khususnya bergejala berat. Hal ini untuk mengurangi angka kematian di Indonesia. Pasalnya, risiko kematian para pasien gejala berat itu tinggi.

“Saat ini kita fokus pada penanganan kasus-kasus bergejala supaya mereka bisa sembuh dan selamat, sehingga angka kematian di Indonesia bisa turun,” ujarnya, dikutip merdeka.com.

Angka kematian Covid-19 di Indonesia pada bulan Agustus ini memang lebih tinggi daripada angka kematian secara global. Namun bila dilihat data presentase kematian pada bulan-bulan sebelumnya, Wiku mengatakan bahwa data terakhir yang ia laporkan merupakan angka kematian terkecil dari lima bulan ini.

"Bila dibandingkan pada bulan sebelumnya, angka kematian terakhir yang dilaporkan di Indonesia mengalami penurunan. Tadinya 4,81, sekarang 4,5 persen," ujar Wiku.

Terhitung sejak awal Maret 2020, angka kematian di Indonesia sebesar 4,89 persen. Kemudian pada April 2020, angka kematian naik hampir dua kali lipat menjadi 8,64 persen. Pada bulan Mei, menurun menjadi 6,68 persen dan pada bulan Juni juga terus mengalami penurunan menjadi 5,56 persen. Bulan Juli kemarin, angka kematian di Indonesia akibat Covid-19 sebesar 4,81 persen.(sr5, md)



Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved