Selasa, 26 Januari 2021  
Pendidikan / Rekrut Anggota PIKR Hingga 606, BKKBN Giatkan Kampung KB
Rekrut Anggota PIKR Hingga 606, BKKBN Giatkan Kampung KB

Pendidikan - - Selasa, 21/02/2017 - 08:54:20 WIB

PEKANBARU, situsriau.com- Sejauh ini Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Riau telah merekrut 536 anggota terlatik pusat informasi konseling remaja (PIKR) yang bertujuan menggencarkan program genre.

Dengan target pembentukan 606 PIKR sebagai sarana melindungi generasi muda dari bahaya narkoba, HIV/AIDs, seks bebas, dan perkawinan dini, terbentuknya Kampng KB juga dinilai membantu.

"Target sebanyak 606 PIK remaja itu optimistis terbentuk, apalagi didukung pembentukan Kampung KB yang dibarengi dengan pembentukan PIK remaja itu," kata Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Riau Yenrizal Makmur di Pekanbaru, Senin kemaren.

Dikatakannya, hingga Januari 2017, sudah terbentuk sebanyak 443 PIK dan sisanya sebanyak 163 lagi bisa terpenuhi berbarengan dengan digiatkannya pembentukan Kampung KB pada 163 kecamatan.

Ia menyebutkan hingga Januari 2017 pembentukan PIK remaja jalur pendidikan  SLTP, SLTA, dan PT sebanyak 416, pada jalur masyarakat berasal dari organisasi keagamaan dan kemasyarakatan sebanyak 27 PIK.

"PIK tersebut dikelola oleh sebanyak 536 anggota yang terlatih dan anggota yang belum terlatih sebanyak 3.626 orang serta konselor sebanyak 2.265 orang," katanya.

Keberadaan PIK remaja dibutuhkan terkait dengan banyak remaja ketika menghadapi permasalahan cenderung mencari informasi ke teman sebaya sehingga program gendre perlu terus digencarkan dan dalam PIK remaja juga dilaksanakan pendidikan sebaya dan konselor sebaya.

Dalam PIK itu, katanya lagi, remaja mendapatkan informasi yang tepat tentang pendewasaan perkawinan usia 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi pria. Usia tersebut ideal jika dinilai secara fisik dan ekonomi serta kesehatan reproduksi.

"PIK ini memiliki pengurus mulai dari ketua, sekretaris, bendaharawan, dan anggota lainnya yang bertugas mengumpulkan remaja-remaja yang mendapat masalah untuk dibantu dan diberikan informasi, khususnya melindungi mereka dari pengaruh narkoba dan perbuatan menyimpang lainnya," katanya.

Menyinggung soal anggaran operasional PIK, dia mengatakan bahwa anggaran itu berasal dari APBD kabupaten dan kota tempat berdirinya PIK.(sr3,in)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved