Senin, 23/05/2022  
Lingkungan / Masrul: Tingginya Tingkat Kesejahteraan Lebih Berpotensi Miliki Ketahanan Keluarga
Masrul: Tingginya Tingkat Kesejahteraan Lebih Berpotensi Miliki Ketahanan Keluarga

Lingkungan - - Senin, 28/03/2022 - 21:47:18 WIB
Masrul Kasmy
TERKAIT:
   
 

PEKANBARU,situsriau.com - Asisten I Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Masrul Kasmy, menyatakan keluarga dengan tingkat kesejahteraan yang tinggi berpotensi lebih besar untuk dapat memiliki ketahanan keluarga yang tangguh.

"Tentunya dalam ketahanan keluarga ini tingkat kesejahteraan yang tinggi lebih berpotensi karena melihat keluarga yang aman, tentram bisa membangun SDM yang berkualitas," kata Masrul Kasmy pada saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) pelaksanaan kebijakan peningkatan kualitas keluarga dalam pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Hotel Grand Central, Senin (28/03/2022).

Menurutnya, memang seyogyanya keluarga itu adalah keluarga yang utuh dengan berbagai fasilitas dan kecukupan yang menentukan, baik itu fisik, non-fisik, rohani dan batinnya. SItuasi inilah yang selalu kita rindukan.

Masrul juga menyatakan dengan komitmen bersama, pihaknya sangat berharap seluruh pihak terkait dapat terus mendukung dan mendorong Riau ini bisa membangun keluarga yang sejahtera sebagaimana keinginan bersama.

"Mari kita berkomitmen agar di Provinsi Riau ini akan lahir keluarga - keluarga yang berpedoman pada kerohanian, kekuatan fisik dan mental dan semangat yang luar biasa untuk menuju Riau yang lebih jaya lagi kedepannya," ujarnya.

Pihaknya juga menjelaskan terdapat beberapa indikator dalam ketahanan keluarga yaitu tersedianya legalitas kependudukan seperti dokumen pernikahan dan kelahiran, kemitraan gender, komunikasi dan harmonisasi yang baik antar anggota keluarga, tercukupinya kebutuhan sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan dan gizi yang baik bagi anggota keluarga. 

"Pendapatan ekonomi yang mapan dan mencukupi bagi keluarga, juga menurunnya angka kekerasan terhadap perempuan anak dan berkurangnya angka kasus gizi buruk (stunting) di masyarakat dan integritas sosial juga salah satu indikator dalam ketahanan keluarga," jelas Masrul.

Masrul menambahkan, adanya gangguan tumbuh kembang pada anak atau stunting saat ini menjadi prioritas pemerintah untuk lebih berfokus pada melakukan intervensi gizi spesifik, perubahan perilaku dan pendampingan keluarga, konvergensi serta peningkatan peran ahli dan perguruan tinggi yang bersinergi dalam upaya percepatan penurunan stunting. 

"Semua itu tentu tak lepas dari upaya kita bersama dalam meningkatan kualitas SDM untuk generasi tangguh di masa datang," tambahnya.

Ia juga mengucapkan bahwa ketahanan keluarga menjadi semakin penting saat ini terutama dalam situasi pandemi COVID-19 yang telah merubah sebagian tatanan kehidupan dan dituntut untuk tetap bertahan dalam menghadapinya.

"Mari terus semangat untuk terus meningkatkan kualitas keluarga yang mana ini tentunya akan mempengaruhi ketahanan dan kesejahteraan keluarga juga kesejahteraan masyarakat, bangsa dan negara," ucapnya. (mcr/nb)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved