Senin, 22 Juli 2024  
Otonomi / Kick Off Tanam Perdana Percepatan PSR Mitra Gapki, Tingkatkan Produksi Sawit Riau
Kick Off Tanam Perdana Percepatan PSR Mitra Gapki, Tingkatkan Produksi Sawit Riau

Otonomi - - Selasa, 19/09/2023 - 11:08:22 WIB

KAMPAR,situsriau.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) melakukan Kick Off Tanam Perdana Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Jalur Kemitraan Binaan Gapki di Kebun Koperasi Berkat Ridho Bersama mitra binaan PT Buana Wiralestari Kabupaten kampar


Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Gapki, Eddy Martono mengatakan Program PSR khususnya jalur kemitraan menjadi salah satu program utama Gapki. Selain membantu petani untuk meremajakan tanaman yang sudah tua, rusak dan tidak produktif, juga sekaligus untuk meningkatkan produktivitas dan dan produksi kelapa sawit secara nasional.


"Dalam 5 tahun terakhir, produksi sawit secara nasional relatif stagnan, sementara konsumsi dalam negeri terus meningkat. Mau tidak mau, kita harus meningkatkan produktivitas dari luas tanaman yang ada, karena saat ini tidak diizinkan lagi adanya pembukaan lahan baru untuk perkebunan," kata Eddy.


"Kami mengharapkan, dengan diadakannya acara ini, upaya meremajakan sawit rakyat melalui PSR jalur kemitraan binaan GAPKI dapat lebih di percepat," ucapnya.


Eddy menuturkan, kick off tanam perdana percepatan PSR jalur kemitraan binaan Gapki di Kabupaten Kampar ini diharapkan sebagai langkah awal untuk percepatan PSR jalur Kemitraan khususnya untuk anggota GAPKI.


"Kami tentunya mengharapkan kepada anggota Gapki yang sudah berperan sebagai perusahaan inti untuk terus melanjutkan kemitraannya dengan membantu petani plasma untuk melakukan peremajaan kebun sawitnya," harapnya.


Masih kata Eddy, pada kesempatan Gapki sebagai asosiasi perusahaan perkebunan, mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah yang melalui Kementan, BPDPKS dan Pemerintah daerah telah memberi kesempatan kepada perusahaan anggota GAPKI untuk turut berperan dalam program PSR jalur kemitraan ini.


"Semoga program ini dapat berjalanan sesuai dengan yang kita inginkan," sebutnya.


Sementara itu, Dirjen Pertanian, Andi Nur Alam Syah STP MT mengungkapkan, kemitraan antara perkebunan besar dengan perkebunan rakyat menjadi kunci mengurangi ketimpangan, khususnya pencapaian produksi dan produktivitas tanaman kelapa sawit.


"Peningkatan produksi dan produktivitas kelapa sawit terus difasilitasi dengan pemanfaatan dana BPDPKS melalui program PSR sejak tahun 2017 dengan menyasar kebun-kebun sawit rakyat dengan tanaman tua (lebih dari 25 tahun), produktivitas rendah dan sudah waktunya diremajakan," ujar Andi Nur.


Andi Nur menyatakan, upaya peningkatan produksi dan produktivitas perkebunan sawit rakyat, tentu bukan hal yang mudah. Berbagai tantangan masih dihadapi khususnya dari aspek mendorong minat pekebun memanfaatkan program, aspek legalitas lahan, dan aspek kelembagaan pekebun serta dukungan stakeholder yang belum dirasakan optimal.


"Saya berharap momentum ini dapat mendorong sinergi multi pihak dalam mengakselerasi dan memacu semangat, memperkuat perkelapasawitan nasional," ucapnya.


"Dan tentunya dalam rangka mendorong peningkatan daya saing dan pemulihan ekonomi nasional di sentra-sentra kelapa sawit melalui program-program pemerintah serta memanfaatkan seluruh potensi yang dapat dimanfaatkan," terangnya.


Terpisah, Direktur Utama BPDPKS, Edy Abdurrachman menegaskan, program PSR telah bergulir sejak tahun 2016 dan telah memberikan peningkatan produktivitas pekebun sawit baik plasma dan swadaya.


"Target PSR yang ditetapkan pemerintah pusat sebagaimana arahan presiden Jokowi yakni sebesar 500 ribu ha per tiga tahun. Belum tercapainya target replanting ini mendorong terbitnya Permentan No 3 tahun 2022, di mana di dalamnya tertulis program PSR melalui jalur kemitraan di samping PSR yang telah berjalan melalui jalur kedinasan," terangnya.


Diharapkan, lanjut Edy Abdurrachman, PSR jalur kemitraan menjadi entry point dalam peningkatan PSR, dan sejak 2016 hingga Agustus tahun ini BPDPKS telah menyalurkan dana PSR sebesar Rp8,8 triliun kepada 13.032 pekebun, dengan luasan lahan lebih dari 295.000 hektar.


"Hingga saat ini masih ada 17 proposal yang sedang diverifikasi dengan luasan lebih dari 5.000 hektar yang sedang masuk pendaftaran secara online," ungkapnya. (nb)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved