Rabu, 21 Oktober 2020  
Hukrim / Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Nonaktif Digelar Lagi
Sempat Ditunda
Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Nonaktif Digelar Lagi

Hukrim - - Kamis, 06/08/2020 - 13:58:16 WIB

PEKANBARU, situsriau.com - Sidang lanjutan dugaan korupsi dengan terdakwa Amril Mukminin, Bupati Bengkalis nonaktif kembali digelar, Kamis (6/8/20).

Amril menjadi pesakitan dalam perkara dugaan suap proyek Jalan Duri - Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

Sidang lanjutan ini, agendanya masih mendengarkan keterangan para saksi.

Persidangan dipimpin majelis hakim Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Hakim Ketua yakni Lilin Herlina, yang juga Wakil Ketua PN Pekanbaru.

Adapun saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kesempatan kali ini, jumlahnya 3 orang.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, saat dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com, merincikan nama-nama saksi tersebut.

"Saksi-saksinya antara lain Azrul Nur Manurung, Triyanto, dan Ichsan Suaidi," bebernya, Kamis pagi.

Untuk diketahui, saat dugaan rasuah terjadi, ketiga orang saksi tersebut punya peranan masing-masing.

Azrul Nur Manurung, adalah ajudan terdakwa Amril Mukminin. 

Dia disebut-sebut menjadi perantara dalam penerimaan uang dari PT Citra Gading Asritama (CGA), selaku pelaksana proyek Jalan Duri - Sei Pakning, yang diperuntukkan kepada pimpinannya, sang mantan Bupati Bengkalis.

Uang diterima secara bertahap, dengan total seluruhnya sebesar 520 ribu Dollar Singapura atau setara Rp5,2 miliar.

Sementara saksi Ichsan Suaidi, adalah pemilik PT CGA. Uang dari Ichsan Suaidi untuk Amril Mukminin, sebagian besar diserahkannya lewat Triyanto, yang merupakan pegawai PT CGA.

Pernah disampaikan salah satu dari tim JPU KPK, Feby Dwi Andospendy, sidang hari ini, merupakan sidang pembuktian terakhir untuk dakwaan pertama Amril Mukminin.

Agenda sidang berikutnya, masuk pada pembuktian dakwaan kedua. Dimana Amril Mukminin juga didakwa menerima gratifikasi uang puluhan miliar dari 2 pengusaha sawit.

Masing-masing dari Jonny Tjoa sebesar Rp12.770.330.650 dan dari Adyanto sebesar Rp10.907.412.755. Sehingga totalnya Rp23,6 miliar lebih.

Berdasarkan dakwaan JPU KPK yang dibacakan dalam sidang perdana beberapa pekan lalu, uang puluhan miliar itu diketahui juga mengalir ke istri Amril Mukminin, Kasmarni.

Sebagaimana dakwaan JPU KPK, Amril Mukminin disebut menerima uang dengan nilai dan sumber berbeda. Diantaranya Rp5,2 miliar dari PT CGA, dan ada juga sebanyak Rp23,6 miliar lebih dari dua pengusaha sawit.

Pada persidangan sebelumnya juga terungkap kalau Amril Mukminin pernah menerima uang ketok palu pengesahan APBD Kabupaten Bengkalis TA 2013.

Dimana ketika itu terdapat rencana pengerjaan 6 paket kegiatan multiyears, termasuk proyek pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning yang bermasalah tersebut.

Atas perbuatannya, Amril dijerat dalam Pasal 12 huruf a, Pasal 11, dan Pasal 12B ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto, Pasal 64 ayat (1) KUHP.(sr5, tn)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved