Minggu, 09 08 2020  
Hukrim / Terduga Teroris Asal Kuansing Dikenal Pendiam Tapi Aktif Bermasyarakat
Terduga Teroris Asal Kuansing Dikenal Pendiam Tapi Aktif Bermasyarakat

Hukrim - - Senin, 13/01/2020 - 16:05:21 WIB

TELUKKUANTAN, situsriau.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Kepolisian RI menangkap terduga teroris berinisial IR di Desa Logas, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau. IR dikenal sebagai sosok pendiam.

"Kesehariannya ia terbilang pendiam dan kurang bergaul. Tapi ia juga terbilang aktif dengan kegiatan masyarakat," ujar Ketua RT setempat, Bustamam seperti dirilis riauterkinicom, Minggu (12/1/20).

Densus menangkap terduga teroris tersebut pada Sabtu (11/1/20) dinihari sekira pukul 02.10 WIB. Ketika dilakukan penggeledahan di kediaman orang tuanya ditemukan tiga pucuk senjata api, satu jenis FN dan dua Refolver serta ratusan peluru akrif.

IR sehari-hari diketahui bekerja sebagai buruh bangunan. Ia tinggal bersama orang tuanya di Dusun Ujung Lebu, Desa Logas, Kecamatan Singingi.

Menurut Bustamam, selama ini masyarakat tidak curiga dengan kegiatan IR. Sebab, katanya, keseharian IR seperti masyarakat biasa. "Ya keseharian pribadinya seperti masyarakat biasa, tak ada tanda-tanda mencurigakan," sebutnya.

Bustamam mengatakan, IR bersama orang tuanya sudah menetap di Desa Logas selama empat tahun. Menurutnya, mereka berasal dari Kecamatan Inuman, yang masih merupakan wilayah bagian hilir Kuansing. "Dulunya ia tinggal di Inuman, yang masih merupakan wilayah Kuansing, juga," katanya.

Bustamam mengaku tidak mengetahui secara rinci ihwal penangkapan IR. Namun, dari keterangan yang ia dapat, bahwa ada senjata api yang diamankan beserta peluru aktif.

"Kalau itu tidak tahu pasti, tapi dari keterangan yang saya dapat memang ada senjata api diamankan beserta peluru aktif," katanya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Argo Yuwono membenarkan adanya penangkapan terduga teroris di Kuansing tersebut. "Benar, Densus 88 ada melakukan penangkapan di Riau," katanya.
Menurut Argo, penangkapan ini merupakan pengembangan dari terduga teroris yang lebih dulu ditangkap di Kabupaten Kampar, Riau pada November 2019. Ia mengatakan, Densus saat ini tengah menelusuri jaringan terduga teroris tersebut.

Argo pun membenarkan petugas menyita tiga pucuk senjata api dengan jenis FN dan Revolver dalam penangkapan terduga teroris di Kuansing tersebut.

"Senjata serta ratusan peluru ditemukan dalam amplifier speaker yang berada di dalam rumah terduga. Informasinya senjata api itu merupakan titipan dari terduga teroris yang lebih dulu ditangkap di Kampar," terang Argo.

Argo juga menjelaskan bahwa terduga teroris yang ditangkap di Kampar tahun lalu dan di Kuansing tersebut adalah jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). (sr5, in)



Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved