Senin, 24 November 2014  
Riau Kembali Dikepung Asap

Lingkungan - - Senin, 07/01/2013 - 17:30:58 WIB

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan dalam dua hari terakhir satelite NOAA-18 mendeteksi kemunculan titik panas sebanyak 45 titik di Sumatra, dimana 23 titik berada di Riau.

"Puluhan titik panas diindikasi sebagai kebakaran lahan atau hutan itu terjadi di sejumlah provinsi di Sumatra," kata Analis BMKG Pekanbaru, Yudhistira Mawaddah, Senin (7/1).

Ia menguraikan, kemunculan 'hotspot' terbanyak berada di Riau dengan jumlah yang mencapai 23 titik, yakni 13 ditanggal 5 Januari dan sepuluh titik terdeteksi ditanggal 6 Januari 2013.

Kemudian titik panas, kata dia, juga terdeteki di wilayah daratan Sumatra Barat, dimana pada tanggal 5 Januari ada sebanyak delapan titik.

Kemudian di Provinsi Jambi, lanjut kata Yudhis, ada sebanyak delapan titik, dua muncul ditanggal 5 Januari dan enam muncul ditanggal 6 Januari 2013.

Untuk wilayah Provinsi Sumatra Utara juga demikian, kata dia, muncul sebanyak lima titik, dimana dua diantaranya terdeteksi pada tanggal 5 Januari dan tiga lainnya terdeteksi ditanggal 6 Januari 2013.

"Sementara di Sumatra Selatan terdeteksi datu titik panas pada tanggal 5 Januari 2013. Untuk ditanggal 6 Januari, kembali nihil," katanya.

Potensi kemunculan titik panas menurut Yudhis masih akan terjadi pada hari ini hingga dua hari kedepan mengingat suhu udara yang masih panas.

"Memang, Januari ini sebenarnya sebagian besar wilayah di Sumatra masih musim hujan, namun akibat minimnya sistem kelembaban udara di atas Sumatra, menyebabkan suhu udara turut memanas," katanya.

Kondisi demikian yang kemudian menurut dia, berpotensi memunculkan titik panas untuk sejumlah wilayah di Sumatra, khususnya Riau.

"Kami mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan untuk kepentingan apapun. Karena hal itu akan mendatangkan bencana lanjutan seperti kabut asap," katanya. (zar)




(1) Komentar

@ sahaja, 24/05/2013 | 21:02:39 WIB

Bolehlah.....perin gkat ke 2 kelulusan UN.... tapi tingkat kelulusan siswa yang masuk UMPTNnya Rohul bisa2 dirangking paling bawah..... (karena yang ikut UN bukan siswa saja, tapi guru2nya jugaaa



[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Redaksi | Email
Copyright 2012 CV. UKA MANDIRI, All Rights Reserved