Kamis, 18 Juli 2019  
Nasional / Nelayan di Banda Aceh Sampaikan Duka dan Doa untuk Banten dan Lampung
Nelayan di Banda Aceh Sampaikan Duka dan Doa untuk Banten dan Lampung

Nasional - - Rabu, 26/12/2018 - 20:21:31 WIB

BANDA ACEH,situsriau.com- Seribuan masyarakat nelayan di Pelabuhan Ikan Lampulo Banda Aceh memperingati haul 14 tahun bencana gempa dan tsunami Aceh. Dikesempatan yang sama mereka juga menyampaikan salam duka dan doa untuk warga Banten dan lampung yang terkena bencana tsunami pada Sabtu 22 Desember 2018 lalu.

Irmayanti, usai pelaksanaan zikir dan doa mengaku terkejut dengan adanya bencana tsunami yang melanda Banten dan Lampung. “Kami sudah pernah merasakan hal itu, kami berharap saudara-saudara kita di Banten dan Lampung bisa tabah, jangan larut dalam kesedihan yang berkepanjangan, kita harus percaya bahwa hidup ini masih berjalan dan ini semua terjadi atas kehendak Allah, kita hanya perlu instropeksi diri saja,” ujar Irmayanti, Rabu (26/12/2018).

Irmayanti mengisahkan sepintas bagaimana ia berjuang mulai dari nol setelah kehilangan orang-orang yang dicintainya. “Saya sangat down, saat itu, saya berpikir kalau saya pun harusnya meninggal saat itu, namun untunglah ada yang menyadarkan saya saat itu dan perlahan saya pun mengumpulkan semangat sedikit demi sedikit demi orang-orang yang saya cintai,” ujar Irmayanti.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ifrizal. Ifrizal juga menyampaikan rasa prihatinnya atas bencana tsunami yang melanda Banten dan Lampung.

“Tidak usah tentang sedih, ya pastilah sedih, kita saja sudah 14 tahun lalu masih tidak bisa dan tidak akan bisa melupakan bencana itu, apalagi saudara-saudar di Banten dan Lampung, yang baru saja ditimpa musibah, saya berharap mereka tegar dan tabah melewati semua ujian ini,” ujar Ifrizal.

Ifrizal sendiri mengaku kehilangan sang ayah saat bencana tsunami lalu. Bahkan mereka tidak menemukan jasad sanga ayah. “Kami berkeyakinan saja jasad almarhum sudah dimakamkan di kuburan massal, makanya kami pun berdoa di makam massal ulhee lheu, karena dulu kami tinggal disana,” ungkapnya.

Di kawasan Pelabuhan Ikan Lampulo, Ifrizal dan seribuan warga lainnya melantunkan zikir dan doa untuk korban bencana gempa dan tsunami Aceh, juga korban bencana tsunami banten dan Lampung.

Usai berzikir, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan kenduri bersama.

Kawasan Lampulo merupakan salah satu kawasan yang parah terdampak gempa dan tsunami tahun 2004 lalu. Salah satu bukti dahsyatnya tsunami di kawasan ini adalah sebuah kapal nelayan yang terdampar diatap sebuah rumah. Hingga kini, kapal diatas rumah tersebut menjadi salah satu objek wisata untuk mengenang bencana tsunami yang pernah melanda Aceh. (rls) 

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved