Selasa, 12/11/2019  
Otonomi / Pawai Hari Jadi ke-504 Bengkalis, Etnis Jawa Boyong 400 Warganya
Pawai Hari Jadi ke-504 Bengkalis, Etnis Jawa Boyong 400 Warganya

Otonomi - - Minggu, 31/07/2016 - 10:31:54 WIB

BENGKALIS, situsriau.com- Dari ribuan peserta pawai budaya dalam rangka memperingati Hari Jadi ke- 504 Bengkalis, ternyata dari suku Jawa menjadi rombongan terbesar dengan 400 peserta. Acara yang dipusatkan di Lapangan Tugu Bengkalis ini dilepas langsung oleh Bupati Bengkalis Amril Mukminin, Sabtu (30/7/16). 

Diawali dengan penampilan bujang ganong, penari kuda kepang, empat buah reog Ponorogo, rumah adat joglo. Rombongan Etnis Jawa Jawa pada pawai ini berada pada urutan tampil yang ke empat setelah rombongan Marching Band Andam Dewi, Bengkalis. Kemudian diikuti rombongan Suku Aceh, dengan sepasang pengantin mengenakan pakaian khas Aceh dan miniatur rumah adat dari tanah Rencong. 

Menyusul pada barisan kedua adalah rombongan dari Suku Asli, menampilkan pria mengenakan berpakaian adat warna oren dan rumah balai adat Suku Asli di Bengkalis. Selanjutnya, dari Paguyuban Bubuhan Banjar, Kabupaten Bengkalis, menampilkan arak-arakan kaum ibu dan pria Banjar.

Pada barisan keempat dari rombongan pawai budaya yang terdiri dari pria dan wanita mengenakan pakaian adat yang mengenakan ulos dari Ikatan Keluarga Batak Riau (IKBR) Kabupaten Bengkalis. Tak hanya hanya itu, rombongan suku Batak menampilkan alat seni musik gondang dan seruling. Rombongan dari Suku Bugis diawali dengan silat khas yang mengiringi sepasang pengantin berpakaian adat warga biru muda, yang diarak oleh kaum perempuan dengan membawa hantaran. 

Selanjutnya, pada urutan kelima rombongan dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis yang mewakili suku dan etnis Melayu. Dipandu Imam Hakim yang juga Sekretaris Bappeda Bengkalis, menampilkan miniatur pelaminan pengantin dan rombongan kompang.

Setelah rombongan suku Melayu, menyusul rombongan dari Suku Minang mengusung tema baralek gadang. Sesuai dengan tema, sepasang pengantin diarak oleh anak-anak berpakaian adat, kaum perempuan dan pria. Pada kesempatan utusan Suku Minang menyerahkan cenderama berupa miniatur Rumah Gadang kepada Bupati Bengkalis.

Barisan selanjutnya, rombongan pawai dari Paguyuban Nusa Tenggara Barat, menampilkan miniatur rumah adat dan para pria berpakaian adat. Menyusul rombongan dari Suku Sunda, menampilkan sepasang pengantin Sunda dalam miniatur rumah adat, diiringi pemain angklung. Tak ketinggalan dari Suku Tionghoa yang menampilkan barongsai dan tarian naga, serta miniator kelenteng. Setelah barisan dari rombongan dari suku dan etnis, disusul rombongan dari sekolah dan perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Bengkalis.(sr3,rls)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved